Ditambah bulu-bulu halus di bawah hidungku yang juga mulai tampak, aku makin menjadi bahan ledekan teman-temanku. Aku tak merasa aneh karena aku sudah sering melakukan itu. Bokep Arab Selain untuk menengokku, ibu juga memberi uang sekedarnya untuk kakek. Mbak Darsih ternyata orangnya baik, diapun secara ekonomi sangat mapan, jauh dibanding kakek, hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami, khususnya ibuku yang memang tak tentu mendapat kiriman dari ayah. Tapi adik perempuanku yang memang sangat dekatdengan ibu, tidak mau ditinggal, dia ngototuntuk ikut dengan ibu pergi ke kota menemani ayah. Dia membawa serta dua orang anaknya yang masih kecil-kecil. Ada bom meledak juga tetap ngorok, sahut kakek sebelum aku sempat menjawab.Aku cuma tertawa menanggapinya. Apalagikalau baru saja terpejam, mungkin butuh satu ember air, baru aku bisa bangun.Sampai akhirnya, saat aku di akhir kelas enam SD, ayah meminta ibu untuk pindah




















