Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Bokeb Mbak Lia kurang lebih gres 2 ahad bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Hanya sedikit udara yang sanggup kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Dan dengan patuh saya melakukan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Dan..,” sesudah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.“Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”“Persis menyerupai yang kuduga, kamu niscaya berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Lia sambil sedikit mendorong kursinya.“Agar kamu tidak ingin tau menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.“Kompensasinya apa?”“Sebagai rasa hormat dan tanda




















