Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Bokef Peminatnya masih sedikit. Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku. Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya. Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Dia berasal dari Surakarta, tinggal di Bandung sudah lama. Dari depan rumah itu tampak sepi. Menurut kabar, dia juga suka jogging.Niatku bersenang-senang dengan Mia memang sudah lama kupendam. Setelah itu dia meminta istirahat.




















