Malam itu, Alina membuat kopi susu dan menyodorkanku bersama pisang susu, lalu kami nikmati bersama-sama sambil nonton. Bokep Cina Lalu secara serentak mulut Nasir dan istrinya terbuka dan seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap untuk memulai, namun malah mereka ketawa terbahak, yang membuatku heran dan memaksa juga ketawa.“Begini Nis, mungkin pertemuan kita ini benar ada hikmahnya, sebab kebetulan sekali kami butuh teman seperti kamu di rumah ini. Ia di atas dan aku di bawah. Ada masalah apa Nis sampai termenung begitu? Apa ini mimpi atau kenyataan?” Tanyaku amat gembira.“Akan kubuktikan keseriusanku sekarang. Kebetulan aku punya kaset VCD yang banyak.




















