Sementara itu ia hanya tersenyum saja.Lalu ia memegang kontolku, yang segera saja semakin tegang dan membesar..“Aduh si Ko kecil ini..” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Udah kerangsang, ya?”“Iya, cie.. Bokep Jepang ayo dong Cie..”Cie Lena menghela napas panjang, lalu menatapku sambil menggigit-gigit bibirnya sebelum akhirnya berkata “Sebetulnya Ciecie ngga pengen begini. Keduanya pengusaha-pengusaha senior di Indonesia. Juga sama Mbak Maya, temen SMA nya Cie Pin. Tapi dalam tegangku, semua gerakannya jadi slow motion. Cie Lena memelukku sekali lagi.. sama siapa?”Aku menggeleng pelan, “Nonton doang. uang sakuku sehari juga lebih dari itu.. Kalo aku maling, habis sudah isi rumah ini..)“Ini kontrakan Ciecie..” katanya sambil menunjuk ke ruangan dalam, “Ciecie tinggal berempat di sini.”“Yang lainnya kalo ngga kerja ya kuliah..” katanya saat aku bertanya mana yang lain.Ia membuka kamarnya dan menyilakan aku masuk sementara ia ke ruangan lain –mungkin mengambil minuman.




















