Akhirnya aku menyetujuinya. Ku sms dengan nada yang meyakinkan bahwa aku akan memperjuangkannya.Pikiran busukku akhirnya berencana pada penodaan ranti. Sex Bokep Cinta bukan ditolak, tetapi tidak direstui, maka aku pikir tidak sia-sia jika aku tidak mendapatkan ranti, setidaknya pernah bercinta dengannya saja aku sudah cukup bahagia.“Argh… Sakit mas…”, Anti merintih karena vaginanya ku paksa terobos. Aku telah mempersiapkan kondom untuk menidurinya. Manaduli, pikirku dalam hati. Pikiranku mulai resah, aku bertanya kepada ranti melalui sms, ia pun jujur padaku, orang tua nya ingin yang terbaik untuk ranti. Seperti percintaanku terdahulu, orang tua pacarky mulai tidak mengijinkan kami jalan berdua. Dalam pikiranku, aku hanya merasa sangat bersalah.“Sudah lah Din, kita harus sadar memilih pasangan yang sederajat…”, kata Syamsul saat bertemu denganku di kios kami.Syamsul benar, ranti akan lebih bahagia dengan pria lain, dia tak layak hidup dengan aku yang susah begini.




















