elus rambutku yg gondorong.Mulutnya mendesis-desis dan menceracau pelan:
“Kakek..aduuh Kakek.. Vidio Bokep Aku tampak sangat serius, meskipun sebenarnya aku sekuat tenaga berusaha mengendalikan nafsuku yg sudah tidak ketulungan berkobarnya.Akhirnya aku menunduk Sarakan kepalaku:
“harus kusedot, Cah Sara. Kukedip-kedipkan mataku, dan berkali ? Berbahaya sekali Cah Sara, nanti kalau dibiarkan jadi ngabar (menguap) masuk ke pemrambuth darahmu, dapat mati kowe. Aku hampir tidak dapat bernafas. Ceritakan saja. Ia tampak berpikir sebentar, dan kemudian meunjuk bibirnya:
“ini Kakek, saya di sun di bibir”, katanya. katanya tersenyum.Juminten tentu saja semakin kesal: “bahagia bagaimana to Pak?” tanyanya:
“Wong sudah mbasahin baju tidak bilang-bilang, masih juga mbujuk-mbujuk segala.”pak Kartolo katanya hanya tersenyum senyum saja dan menjawab:
“wong bocah cilik, durung ngerti (belum mengerti) roso kepenake wong lanang (rasa enaknya laki-laki) Cah Sara, Cah Sara, nanti saja kamu kan tahu” dan dgn bicara begitu si hidung belang ngeloyor pergi.Setelah kejadian itu
“Pikiran saya




















