Pertanyaan yang sama sekali tidak aku sangka-sangka.“Berapa kamu minta, Ermita?”“Berapa Om menilai harganya?”Aku terdiam lagi beberapa saat. Bokep Tante Dia.“Ayo naik Ermita.”“Naik kemana?”“Ayo naik saja.”“Nanti ada yang marah.”“Siapa yang marah? Lalu seperti biasa sepulang kantor aku ke dapur memasukkan empat mangkok beras ke rice cooker. Ku ingat di New York tarifnya seratus dollar sekali main dibawa ke hotel. Kudorong ke depannya potongan rendang yang dia terima dengan senang hati dan juga seekor ikan goreng seukuran tapak tangan. Betul-betul nikmat, baru sekali ini aku menikmati gadis perawan. Anak ini jujur, tidak berbasa-basi.Kami masih berdiri di sana di dapur, aku memandang dia yang mengunyah pizza dan mereguk minuman kalengnya, sewaktu nasi dari rice cooker mengeluarkan aroma harum.“Wah nasinya masak, kita bisa lanjutkan dengan makan siang, Ermita”.“Tapi Andi tadi pergi beli nasi bungkus, Om.”“Kalau nanti dia datang, nasi bungkusnya kan bisa kamu bawa pulang”,




















