Besok pagi dia sudah harus kembali ke Tokyo. Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. Bokep Indo “Mobilnya mogok, Nyonya..?”, tegurku dengan sikap ramah. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan. “Punya ijazah apa?”. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu. Dan di rumah, menu makanankupun tidak sama dengan pembantu yang lainnya. Meskipun usia Nyonya Wulandari sudah hampir berkepala empat, tapi memang dia merawat kecantikan dan tubuhnya dengan baik.




















